TASIKMALAYA, Jawa Barat.
Suasana penuh kehangatan dan keberkahan menyelimuti halaman Markas Kodim 0612/Tasikmalaya di Jalan Otto Iskandar Dinata, Jumat (13/02/2026). Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, Kodim 0612/Tasikmalaya menggelar acara Munggahan dan Silaturahmi Akbar yang dihadiri oleh para alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta insan pers se-Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.
Acara yang berlangsung khidmat ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi tahunan, melainkan juga wujud nyata kepedulian sosial melalui kegiatan Jumat Berkah. Berkolaborasi dengan Gandara Grup, Kodim 0612 menyalurkan santunan dan ratusan paket sembako kepada anak-anak yatim piatu serta penyandang disabilitas di wilayah Tasikmalaya.
BACA JUGA :
Keselamatan Warga Jadi Prioritas, Bupati Ciamis Tinjau Banjir Pamarican dan Cidolog
Jawaban Atas Doa di Tanah Suci
Momen istimewa ini terasa begitu emosional bagi Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han. Tepat genap satu bulan menjabat pada 14 Februari mendatang, Letkol Imvan mengungkapkan bahwa amanah memimpin Kodim di wilayah Priangan Timur ini adalah buah dari doa yang ia panjatkan beberapa waktu lalu di depan Baitullah.
"Saat saya melaksanakan ibadah umroh dan berdiri di depan Ka'bah, saya bermunajat kepada Allah SWT. Saya berdoa, 'Ya Allah, jika Engkau berkenan, tempatkanlah saya di wilayah yang banyak ulamanya, yang saya bisa belajar dan mengabdi bersama mereka.' Alhamdulillah, tidak lama setelah itu, saya menerima surat keputusan untuk bertugas di Tasikmalaya. Ini adalah kota santri, gudangnya ulama. Doa saya dijawab langsung oleh Allah SWT," ungkap Letkol Imvan dengan nada bergetar, mata berkaca-kaca.
Ia mengaku sempat merinding dan tidak percaya saat pertama kali mengetahui wilayah penugasannya. Baginya, Tasikmalaya bukan sekadar lokasi tugas, melainkan ladang pengabdian yang sarat nilai spiritual. Hal inilah yang mendorongnya untuk menjadikan silaturahmi dengan para ulama dan tokoh agama sebagai agenda prioritas utama di masa awal kepemimpinannya.
Filosofi "Kedua Belah Tangan": Sinergi Membangun Tasikmalaya
Dalam sambutannya yang inspiratif, Letkol Imvan menyampaikan filosofi kepemimpinan yang ia pegang teguh. Ia mengibaratkan hubungan antara TNI, ulama, pemerintah, dan masyarakat bagaikan kedua belah tangan.
"Coba perhatikan. Jika satu tangan kita gatal, secara otomatis tangan yang lain akan menggaruk. Tidak perlu diperintah. Tidak ada tendensi. Itulah sinergi sejati. Sebaliknya, jangan seperti telinga. Posisinya berdekatan, saling terhadapan, tapi tidak pernah bertemu dan tidak bisa saling membantu. Kita di Tasikmalaya harus menjadi tangan, bukan telinga," tegasnya disambut tepuk tangan hadirin.
Visi kolaboratif ini mendapat sambutan hangat dari kalangan ulama. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya, KH Aminudin Bustomi, menyatakan bahwa para ulama dan tokoh agama akan selalu berada di garda terdepan untuk mendukung program-program positif Kodim 0612.
"Kami sangat mengapresiasi langkah cepat dan tepat Pak Dandim. Baru satu bulan, beliau sudah menunjukkan kedekatan emosional yang tulus dengan ulama dan masyarakat. Semoga Markas Kodim 0612 ini menjadi sumber keberkahan bagi kita semua. Ulama siap bersinergi selama program tersebut membawa kemaslahatan umat dan kemajuan Tasikmalaya," ujar KH Aminudin.
Dukungan Nyata Gandara Grup untuk Masyarakat
Kegiatan sosial Jumat Berkah ini tidak akan terlaksana tanpa adanya sinergi antara TNI dan sektor swasta. Presiden Gandara Grup, H. Cahya Gandara, yang juga merupakan tokoh masyarakat Tasikmalaya, hadir langsung dan memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Dandim baru tersebut.
"Langkah merangkul ulama dan alim ulama di awal masa kepemimpinan adalah keputusan yang sangat strategis dan tepat. Tasikmalaya memiliki karakteristik khas sebagai kota religius. Pendekatan kultural seperti ini terbukti efektif dan menyentuh hati masyarakat. Gandara Grup berkomitmen penuh untuk terus mendukung langkah-langkah positif Kodim 0612/Tasikmalaya dalam membangun daerah," tutur H. Cahya.
Komitmen tersebut diwujudkan dalam bentuk bantuan konkret berupa ratusan paket sembako yang disalurkan langsung kepada anak-anak yatim piatu dan penyandang disabilitas. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat menjelang bulan puasa, sekaligus menebarkan kebahagiaan di hari Jumat yang penuh berkah.
Munggahan: Tradisi, Doa, dan Kebersamaan
Munggahan merupakan tradisi masyarakat Sunda, khususnya di wilayah Priangan, untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. Biasanya diisi dengan doa bersama, silaturahmi, dan berbagi makanan. Kodim 0612/Tasikmalaya mengemas tradisi ini dengan semangat ukhuwah Islamiyah dan kepedulian sosial.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dilanjutkan sambutan, doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama, serta penyerahan santunan secara simbolis. Para anak yatim dan disabilitas tampak antusias dan bahagia menerima bantuan. Suasana haru terasa ketika beberapa anak yatim mendoakan langsung para tamu undangan dan jajaran Kodim.
Salah seorang penerima manfaat, Neng Siti (12), mengaku senang bisa hadir di acara tersebut. "Alhamdulillah, senang sekali dapat sembako dan uang. Doanya, semoga Pak Dandim sehat selalu dan panjang umur," ujarnya polos.
Sinergi Tiga Pilar: Ulama, Umara, dan Pengusaha
Acara munggahan ini menjadi momentum penting yang mempertegas sinergi tiga pilar pembangunan daerah: ulama (tokoh agama), umara (pemerintah/TNI), dan pengusaha (sektor swasta). Kolaborasi ini dinilai sebagai formula ideal untuk menciptakan stabilitas keamanan dan percepatan pembangunan di Tasikmalaya.
Pengamat kebijakan publik Universitas Siliwangi, Dr. Asep Mulyana, M.Si, yang turut hadir menilai bahwa pendekatan Letkol Imvan sangat relevan dengan kultur masyarakat Tasikmalaya.
"Tasikmalaya memiliki basis keagamaan yang kuat. Memimpin di sini tidak cukup dengan pendekatan struktural, tetapi harus kultural. Merangkul ulama berarti merangkul umat. Ini adalah langkah cerdas yang akan memudahkan tugas-tugas TNI ke depan," analisisnya.
Harapan Menyambut Ramadhan
Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H, suasana kondusif dan kebersamaan seperti ini diharapkan terus terpelihara. Letkol Imvan berharap kegiatan positif ini dapat menjadi pemantik semangat gotong royong di kalangan instansi lain dan masyarakat luas.
"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh doa ulama, dukungan masyarakat, dan kolaborasi dengan dunia usaha. InsyaAllah, dengan kebersamaan ini, Tasikmalaya akan semakin maju, aman, dan berkah," pungkasnya.
Acara ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama, semakin mempererat jalinan silaturahmi antara TNI, ulama, tokoh masyarakat, dan insan pers. Hangatnya kebersamaan di Markas Kodim 0612 sore itu menjadi cerminan indah bahwa Tasikmalaya benar-benar Kota Santri yang siap menyambut tamu agung, Bulan Ramadhan, dengan hati yang bersih dan penuh keberkahan. (AsLod)
#DandimTasikmalaya #Munggahan #Ramadhan1447 #Kodim0612 #GandaraGrup #JumatBerkah #TasikmalayaKotaSantri #DoaDiKabulkan #SinergiTNIUlama
Swara Ekslusif adalah portal berita independen yang fokus pada penyajian seputar informasi, tips, isu-isu hukum, politik, Kesehatan, Pendidikan, pemerintahan dan lain-lain di Indonesia.
© 2026 Swara Ekslusif - All Rights Reserved.

