DinsosPMD Bergerak Cepat, Reunifikasi Keluarga dan Rujuk Ibu Pengemudi "Ugal-Ugalan" ke RSJ

Foto : Drs. Trisno Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. dok. Swara ekslusif.



PANGANDARAN, Jawa Barat.

SWARA EKSKLUSIF



Pasca-viralnya seorang wanita pengemudi Toyota Fortuner yang berkendara ugal-ugalan di kawasan wisata Pangandaran, Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DinsosPMD) Kabupaten Pangandaran bergerak cepat melakukan penanganan menyeluruh. Intervensi difokuskan pada reunifikasi keluarga dan penanganan medis bagi ibu yang diduga mengalami gangguan psikis.


Drs. Trisno Selaku Kepala Didampngi Rayi Pasya, Ahli Muda Sosial DinsosPMD Kabupaten Pangandaran, dalam keterangannya kepada Swara ekslusif di ruang kerjanya, Rabu (7/1/2026), membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan langkah-langkah yang telah diambil.


BACA JUGA : 

Pengemudi Fortuner Ugal-ugalan di Kawasan Wisata Diamankan Warga dan Polisi


786 PPPK Paruh Waktu di Disdikpora Terima SK, Bagian dari Total 2.370 PPPK Se-Kabupaten Pangandaran 


Foto : Rayi Pasya Ahli Muda Sosial DinsosPMD Kabupaten Pangandaran. doc swara ekslusif



“Kami mendapat koordinasi dari pihak kepolisian saat posisi ibu dan anak-anaknya sudah di Polres. Tugas utama kami saat itu adalah mempersatukan kembali dan melindungi keluarga tersebut, terutama dua anaknya yang masih sangat trauma,” jelas Rayi.


Dua anak tersebut, lanjutnya, berusia pelajar SMA dan Sekolah Dasar (SD). Sang ibu yang mengemudi, diduga mengalami gangguan psikis sehingga membutuhkan penanganan khusus.


“Kami melakukan tindakan cepat untuk merehabilitasi ibu tersebut. Berdasarkan pemeriksaan dan setelah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, kami merujuk beliau ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua,” paparnya.


Proses pemeriksaan kesehatan jiwa, kata Rayi, dilakukan secara langsung di Polres oleh dr. Rina dari RSUD Pandega, yang mewakili Dinkes untuk memastikan kondisi psikis ibu.


“Dari informasi yang kami terima, ibu tersebut sudah berada di Pangandaran sejak tanggal 20 Desember 2025. Setelah Dinkes menyatakan adanya indikasi gangguan psikis, kami langsung mengaktifkan prosedur rujukan ke RSJ,” sambungnya.


Ibu tersebut diantar menggunakan ambulans, sementara penanganan terhadap kedua anak menjadi prioritas lain. DinsosPMD Pangandaran berkoordinasi erat dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat dan Dinas Sosial Kota Bandung untuk mengembalikan anak-anak kepada keluarganya.


“Berdasarkan KTP, keluarga tersebut berasal dari Kota Bandung. Anak-anak telah dipertemukan dengan keluarganya dan didampingi oleh Dinsos Kota Bandung. Kami baru tiba kembali di Pangandaran sekitar pukul 03.00 dini hari tadi setelah memastikan semua proses berjalan,” tutur Rayi.


Ia menambahkan bahwa menurut pengakuan anak-anak, kejadian ini terjadi sangat mendadak. “Terutama anak yang lebih besar, kelihatan syok. Mereka tidak menyangka ibunya bertindak demikian,” ujarnya.


Adapun telah diketahui identitas lengkap ibu tersebut adalah Frida Suhartini (42), warga Astana Anyar, Kota Bandung.


Langkah cepat dan terintegrasi antara DinsosPMD Pangandaran, Kepolisian, Dinkes, serta dinas sosial lintas wilayah ini mendapat apresiasi. Penanganan yang mengedepankan aspek kemanusiaan, perlindungan anak, dan akses layanan kesehatan jiwa dinilai tepat dalam menyikapi kasus yang sempat menghebohkan masyarakat ini.


“Prinsip kami adalah rehabilitasi sosial dan reunifikasi keluarga. Korban membutuhkan pertolongan, bukan penghakiman. Alhamdulillah, semua dapat terangkai dengan baik berkat koordinasi solid antar instansi,” pungkas Rayi Pasya.

(I Darmawan)












Swara Ekslusif adalah portal berita independen yang fokus pada penyajian informasi, tips, isu-isu hukum, politik, dan pemerintahan di Indonesia.






© 2026 SwaraEkslusif.com - All Rights Reserved.

Lebih baru Lebih lama