CIAMIS, Jawa Barat.
Sekolah Dasar Negeri (SDN) 7 Ciamis resmi menutup kegiatan Pesantren Ramadan yang bertajuk Program Dirasah Smart Tren Ramadan pada hari ini. Acara penutupan yang berlangsung khidmat tersebut diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan sosial.
Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SDN 7 Ciamis,Sofyan Sauri, menyampaikan bahwa rangkaian penutupan diawali dengan simulasi ibadah. "Alhamdulillah, tadi diawali dengan edukasi praktik salat Idulfitri. Anak-anak melaksanakannya di pagi hari sebagai persiapan menyambut hari raya," ujarnya
BACA JUGA :
Selain praktik ibadah, acara ini juga menjadi momentum untuk berbagi melalui pemberian santunan kepada anak yatim. Dana santunan tersebut dikumpulkan berkat dukungan penuh dari para orang tua siswa dan partisipasi aktif seluruh siswa SDN 7 Ciamis.
Antusiasme Peserta dan Tenaga Pengajar
Kegiatan yang telah berlangsung selama dua minggu ini diikuti oleh:
Siswa: Sebanyak 612 siswa.
Pemateri: Dibantu oleh 7 orang ustaz dan ustazah.
Membentuk Karakter Akhlakul Karimah
Sofyan menjelaskan bahwa tujuan utama dari program Dirasah Smart Tren ini adalah untuk memperdalam pemahaman keagamaan siswa serta membentuk karakter yang positif. "Tujuannya agar anak-anak belajar agama, berkarakter, dan melakukan amaliah positif di bulan Ramadan sehingga menjadi pribadi yang berakhlak mulia," tambahnya.
Pihak sekolah berharap ilmu yang didapatkan para siswa selama dua minggu mengikuti pesantren kilat ini tidak hanya menjadi teori, tetapi dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan rumah maupun sekolah.(Acepfebri)
Swara Ekslusif adalah portal berita independen yang fokus pada penyajian seputar informasi, tips, isu-isu hukum, politik, Kesehatan, Pendidikan, pemerintahan dan lain-lain di Indonesia.
© 2026 Swara Ekslusif - All Rights Reserved.
