(Cihaurbeuti) Ciamis, Jawa Barat.
Sentra Pangan dan Pemberdayaan Gotong Royong (SPPG) Sukamulya di Kecamatan Cihaurbeuti secara resmi telah dibuka dan siap melayani distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk 38 sekolah di wilayah tersebut. Program ini merupakan langkah strategis dalam mendukung upaya pencegahan stunting dan peningkatan gizi anak sekolah.
Dalam operasional perdana ini, Mitra Kepala SPPG Sukamulya, Muhamad Ikbal Fauzi, A.Md., ST, mengungkapkan bahwa program masih dalam tahap penyiapan dan pemenuhan sejumlah persyaratan. “Saat ini, salah satu hal yang masih dalam proses adalah penyediaan tenaga ahli gizi yang akan memastikan kualitas asupan yang diberikan,” jelas Ikbal.
BACA JUGA :
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dan pemahaman mengenai mekanisme distribusi. “Kami ingin seluruh pihak, terutama penerima manfaat, memahami tahapan distribusi MBG dengan baik. Mulai dari radius pengiriman, frekuensi, hingga jumlah porsi yang akan disalurkan ke setiap sekolah dan sasaran,” tambahnya.
Peresmian SPPG ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Erwan Setiawan, SE, serta Camat Cihaurbeuti, Wiati Kartini. Dalam sambutannya, Camat mengimbau seluruh unsur masyarakat di Kecamatan Cihaurbeuti untuk mendukung penuh program ini.
BACA JUGA :
Gubernur Jabar Resmi Larang Penanaman Baru Kelapa Sawit Seluruh Provinsi Jabar"
“Program MBG melalui SPPG Sukamulya ini sangat bermanfaat dalam mendukung tumbuh kembang anak serta pencegahan stunting di usia dini. Dukungan dari semua pihak, mulai dari sekolah, orang tua, hingga perangkat desa, sangat kami harapkan untuk kesuksesan program ini,” ujar Wiati.
SPPG Sukamulya Cihaurbeuti akan memberikan layanan tidak hanya kepada siswa dari tingkat TK, RA, PAUD, dan SD, tetapi juga menjangkau kelompok rentan lainnya, yaitu Bayi, Balita, dan Ibu Hamil serta Menyusui (B3). Dengan cakupan yang luas ini, diharapkan program dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perbaikan status gizi masyarakat Cihaurbeuti secara menyeluruh.
Keberadaan SPPG ini diharapkan dapat menjadi tulang punggung dalam intervensi gizi berbasis komunitas, sekaligus memperkuat upaya pemerintah daerah dalam mencapai target penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Laporan: Acep Febri
Editor: Redaksi SwaraEksklusif
Swara Ekslusif adalah portal berita independen yang fokus pada isu-isu hukum, politik, dan pemerintahan di Indonesia.
