Bank Indonesia Siap Implementasikan "Nexus" untuk Revolusi Pembayaran Lintas Negara




Jakarta | Swara Ekslusif


Bank Indonesia (BI) mengumumkan kesiapannya untuk mengimplementasikan Proyek Nexus, sebuah terobosan dalam sistem pembayaran internasional yang bertujuan menciptakan konektivitas lintas negara yang lebih cepat, murah, dan efisien. Komitmen ini disampaikan langsung oleh Gubernur BI, Perry Warjiyo, melalui Kanal Youtube nya pada Senin (2/2/2026).


BI tidak hanya akan menerapkan Nexus di dalam negeri, tetapi juga berperan aktif dalam persiapan dan implementasinya di lima bank sentral mitra utama, yaitu Bank Negara Malaysia (BNM), Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP), Monetary Authority of Singapore (MAS), Bank of Thailand (BoT), dan Reserve Bank of India (RBI).


"Keikutsertaan Indonesia dalam Nexus merupakan langkah strategis untuk menyediakan solusi pembayaran antarnegara yang efisien dan terjangkau bagi masyarakat dan pelaku usaha di Indonesia," tegas Perry Warjiyo.


BACA JUGA : 

Bupati Ciamis Hadiri Rakornas Bersama Presiden, Siap Sinergi dengan Pemerintah Pusat Menuju Indonesia Emas 2045


DUGAAN PERSERKUSI KADER BANSER: POLRES METRO TANGERANG KOTA TETAPKAN HABIB BAHAR BIN ALI BIN SMITH SEBAGAI TERSANGKA


Dampak Strategis bagi Perekonomian Indonesia


Gubernur BI menekankan bahwa partisipasi dalam Nexus memiliki nilai strategis yang tinggi. Indonesia, sebagai salah satu koridor remitansi terbesar di dunia—baik sebagai negara pengirim maupun penerima pekerja migran—akan merasakan manfaat langsung dari sistem yang terintegrasi.


Selain itu, sistem pembayaran lintas negara yang terpadu dan tanpa hambatan diperkirakan akan meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia dengan negara-negara di kawasan Asia, sekaligus mendukung arus investasi dan pariwisata.


Dari Observer Menuju Anggota Penuh: Integrasi BI-FAST dengan Nexus


BI telah memantau perkembangan Nexus sejak lama dengan status special observer. Kini, BI meningkatkan komitmennya sebagai anggota penuh dan akan mengembangkan sistem pembayaran instan nasional, BI-FAST, agar dapat terhubung langsung dengan jaringan Nexus.


"Sinergi BI dan Nexus Global Payment (NGP) mendukung agenda reformasi pembayaran lintas negara yang dicanangkan oleh G20," tambah Perry.


Apa Itu Proyek Nexus?


Proyek Nexus merupakan inisiatif dari Bank for International Settlements (BIS) yang diinisiasi pada tahun 2021. Tujuannya adalah menciptakan kerangka kerja global untuk menghubungkan berbagai sistem pembayaran instan domestik (Instant Payment System/IPS) di banyak negara, sehingga transaksi lintas batas dapat dilakukan semudah dan secepat transaksi dalam negeri.


Pada tahun 2025, proyek ini memasuki tahap implementasi dengan dibentuknya Nexus Global Payment (NGP), sebuah entitas yang didirikan oleh beberapa bank sentral untuk mengoperasikan jaringan tersebut.


Masa Depan: Jaringan yang Semakin Meluas


Ke depan, BI berencana untuk terus memperluas jejaring pembayaran internasional melalui kolaborasi dengan lebih banyak bank sentral dan otoritas terkait di berbagai yurisdiksi. Hal ini sejalan dengan visi BI untuk memperkuat infrastruktur keuangan digital Indonesia dan mendorong inklusi keuangan yang lebih luas.


Dengan implementasi Nexus, masyarakat dan pelaku usaha di Indonesia dapat berharap pada masa di mana pengiriman uang ke luar negeri tidak lagi dipersulit oleh biaya tinggi, waktu lama, dan kerumitan prosedur. (Red)


Sumber : Laman Info Publik





















Swara Ekslusif adalah portal berita independen yang fokus pada penyajian seputar informasi, tips, isu-isu hukum, politik, Kesehatan, Pendidikan, pemerintahan dan lain-lain di Indonesia.








© 2026 Swara Ekslusif - All Rights Reserved.

Lebih baru Lebih lama