CIAMIS, Jawa Barat.
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Kabupaten Ciamis terkait pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026. Kegiatan tersebut digelar di Aula Serda Ciamis, Kamis (12/03/2026), dan dihadiri jajaran Forkopimda Ciamis, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, kepala puskesmas, kapolsek, dan danramil. Sementara para kepala desa dan lurah mengikuti rapat secara virtual.
Dalam arahannya, Bupati Herdiat menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang belakangan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Ciamis. Ia menyebut intensitas hujan yang tinggi disertai angin kencang berpotensi menimbulkan bencana di beberapa daerah.
BACA JUGA :
Bupati Ciamis Hadiri Peresmian Sport Centre Tathya Dharaka Akpol 2005 di Polres Ciamis
“Kondisi cuaca saat ini perlu diantisipasi bersama. Masyarakat harus disosialisasikan agar selalu siap siaga menghadapi kemungkinan bencana,” ujarnya.
Ia juga menginstruksikan jajaran pemerintah daerah hingga tingkat desa untuk mengantisipasi potensi pohon tumbang serta memastikan saluran air tidak tersumbat agar dapat meminimalisasi dampak banjir maupun longsor.
Selain itu, Bupati Herdiat mengingatkan bahwa masa libur nasional dan cuti bersama tahun 2026 cukup panjang. Oleh karena itu, setiap instansi diminta meningkatkan kesiapsiagaan serta mengatur jadwal penjagaan kantor.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, pemerintah daerah juga memantau perkembangan harga bahan pokok. Berdasarkan laporan yang diterima, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, namun masih berada dalam rentang normal dan relatif terkendali.
"Secara umum, ketersediaan bahan pokok penting di Kabupaten Ciamis masih dalam kondisi aman," ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Ciamis melakukan pemantauan harga secara intensif di sejumlah pasar utama, seperti Pasar Ciamis, Pasar Kawali, Pasar Banjarsari, dan Pasar Sindangkasih. Jika terjadi lonjakan harga yang signifikan atau kelangkaan stok, pemerintah akan segera menggelar operasi pasar murah untuk membantu masyarakat.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, operasi pengamanan Idul Fitri 1447 H/2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Dalam mendukung kelancaran pengamanan tersebut, Pemerintah Kabupaten Ciamis menyiapkan berbagai langkah di sejumlah sektor. Di bidang perhubungan, akan dibentuk posko pemantauan untuk mendukung pengaturan arus lalu lintas selama masa mudik dan balik Lebaran.
Di sektor kesehatan, pemerintah daerah juga menyiapkan personel medis serta sarana dan prasarana di rumah sakit dan puskesmas, termasuk penyediaan ambulans untuk menghadapi kemungkinan keadaan darurat.
Selain itu, pemerintah juga mengantisipasi sejumlah titik rawan kemacetan, khususnya yang disebabkan oleh aktivitas pasar tumpah. Beberapa lokasi yang menjadi perhatian di antaranya Pasar Banjarsari, Pasar Imbanagara, Pasar Cikoneng, Pasar Sindangkasih, serta Pasar Cipaku/Buniseuri.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat selama periode Idul Fitri 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif.(AcepFebri)
Swara Ekslusif adalah portal berita independen yang fokus pada penyajian seputar informasi, tips, isu-isu hukum, politik, Kesehatan, Pendidikan, pemerintahan dan lain-lain di Indonesia.
© 2026 Swara Ekslusif - All Rights Reserved.

