PERKUAT PONDASI BANGSA, FKBN DAN DPP SPN RESMIKAN KERJA SAMA STRATEGIS PENDIDIKAN KEBANGSAAN BAGI PEKERJA



JAKARTA, | Swara Ekslusif


Dalam upaya membentengi ideologi bangsa di jantung perekonomian nasional, Forum Kader Bela Negara (FKBN) dan Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Nasional (DPP SPN) secara resmi menjalin kerja sama strategis. Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama yang mengikat kedua lembaga itu diteken di Hotel Balairung, Jakarta, pada Senin (19/1), menandai dimulainya program sistematis pendidikan kebangsaan dan bela negara bagi jutaan pekerja Indonesia.


Kolaborasi ini lahir dari keprihatinan bersama terhadap tantangan era globalisasi, dinamika sosial-politik, dan disrupsi informasi yang berpotensi mengikis rasa nasionalisme. Kerja sama bertujuan memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai inti Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika di kalangan buruh dan karyawan.


"Pekerja adalah pilar ekonomi sekaligus garda terdepan ketahanan bangsa. Mereka harus memiliki kesadaran bela negara dan nasionalisme yang kokoh, bukan hanya keterampilan teknis," tegas Ketua Pusat FKBN, Angga Rahadian Tirta Wijaya, dalam sambutannya.


Angga menekankan bahwa pendidikan kebangsaan merupakan tanggung jawab kolektif yang memerlukan sinergi seluruh elemen bangsa, termasuk organisasi masyarakat dan serikat pekerja.


"FKBN berkomitmen penuh untuk mencetak kader-kader pekerja yang berintegritas, nasionalis, dan berjiwa bela negara. Mereka inilah yang akan menjadi agen perdamaian dan perekat sosial di lingkungan kerjanya," tambahnya.


Pernyataan senada disampaikan Ketua Umum DPP SPN, Iwan Kusmawan, S.H. Ia melihat kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk memperluas visi pergerakan serikat pekerja.


"Perjuangan SPN tidak hanya pada aspek normatif ketenagakerjaan, tetapi juga pada pembangunan karakter pekerja yang mencintai tanah air. Hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan harus dibangun di atas fondasi nilai-nilai kebangsaan yang kuat," ujar Iwan.


BACA JUGA : 

SENTUH RAKYAT LANGSUNG: WAPRES GIBRAN KUNJUNGI PASAR, RUMAH SAKIT, SEKOLAH, DAN PESANTREN DI TASIKMALAYA


DITREGIDENT KORLANTAS POLRI TEGASKAN: BPKB FISIK TETAP BERLAKU, e-BPKB TAMBAH KEAMANAN CHIP DAN VERIFIKASI DIGITAL


Roadmap Jelas: Dari ToT Hingga Kampanye di Lantai Pabrik


Kerja sama ini tidak sekadar seremonial. Dokumen MoU merinci peta jalan program tahunan yang terstruktur dan terukur. Ruang lingkupnya meliputi:


*   Pendidikan dan pelatihan kebangsaan.

*   Program kaderisasi intensif.

*   Seminar dan lokakarya tematik.

*   Penyusunan modul pendidikan kebangsaan kontekstual.

*   Kampanye nilai-nilai kebangsaan di lingkungan kerja.



Program unggulan pertama yang akan diluncurkan adalah Training of Trainers (ToT) Kader Kebangsaan SPN. Program ini dirancang untuk mencetak kader-kader pekerja andal yang akan menjadi penggerak dan penyalur nilai-nilai kebangsaan kepada rekan sejawatnya di tingkat perusahaan.


"Pendekatannya dari hulu ke hilir. Kami akan siapkan kader inti di tingkat pusat, lalu mereka akan mengembangkan sayapnya di daerah dan unit kerja," jelas Sekretaris Utama FKBN, Relpin Sebagus.


BACA JUGA : 

MK PASANG BENDERA KUNING: "PERLINDUNGAN HUKUM" WARTAWAN TAK BOLEH SEMU


ERA DIGITAL : “WARTAWAN MEDSOS” TERANCAM JERAT HUKUM, INI BEDANYA DENGAN PERS RESMI


Pembagian Tugas dan Pengawasan Ketat


Agar implementasi berjalan efektif, kedua lembaga membagi peran secara jelas. FKBN akan memegang kendali atas substansi materi, penyusunan kurikulum, penyediaan narasumber ahli, serta pendampingan dan evaluasi program. Sementara, DPP SPN akan bertugas melakukan mobilisasi massa, menyediakan fasilitas logistik, dan mengoordinasi jaringan organisasinya yang luas hingga ke akar rumput.


Tim monitoring dan evaluasi bersama akan dibentuk untuk memastikan setiap program berjalan sesuai target, terukur dampaknya, dan berkelanjutan. Kerja sama ini dirancang untuk jangka panjang, yaitu 3 hingga 5 tahun, dengan perjanjian teknis yang akan ditinjau dan diperbarui setiap tahun.


Penandatanganan dokumen dilakukan oleh pimpinan puncak kedua organisasi:

*   Angga Rahadian Tirta Wijaya (Ketua Pusat FKBN)

*   Relpin Sebagus (Sekretaris Utama FKBN)

*   Iwan Kusmawan, S.H. (Ketua Umum DPP SPN)

*   Catur Andrawanto (Sekretaris Umum DPP SPN)


BACA JUGA : 

KPK Telusuri Dugaan Peran PBNU Jadi Perantara Korupsi Kuota Haji Tambahan


Polda Jabar dan Perhutani Perkuat Sinergi Pelestarian Hutan serta Ketahanan Pangan


Membangun Ketahanan Nasional dari Sektor Ketenagakerjaan


Kolaborasi FKBN dan DPP SPN ini dinilai oleh pengamat sebagai terobosan penting dalam politik kebangsaan. Pendidikan bela negara yang selama ini sering diasosiasikan dengan lingkungan militer atau pendidikan formal, kini secara sistematis akan diterjemahkan ke dalam bahasa dan konteks dunia kerja.


"Ini adalah upaya memperkuat ketahanan nasional dari sektor yang paling vital: ketenagakerjaan. Pekerja yang memiliki karakter kebangsaan yang kuat adalah aset terbesar bangsa dalam menghadapi segala bentuk ancaman, baik dari luar maupun dari dalam," pungkas Angga.


Dengan jaringan SPN yang tersebar di berbagai sektor industri dan komitmen FKBN di bidang pendidikan kebangsaan, kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan gelombang baru kesadaran nasional yang inklusif, menyentuh langsung jutaan pekerja, dan pada akhirnya memperkokoh persatuan bangsa.

(Redaksi)
















Swara Ekslusif adalah portal berita independen yang fokus pada penyajian seputar informasi, tips, isu-isu hukum, politik, Kesehatan, Pendidikan, pemerintahan dan lain-lain di Indonesia.








© 2026 Swara Ekslusif - All Rights Reserved.

Lebih baru Lebih lama