BREAKING NEWS: OTT Bupati Cilacap, KPK Sita Uang Tunai Ratusan Juta Rupiah dan Tetapkan Dua Tersangka



Swara Ekslusif – Jakarta | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) yang mengguncang jagat politik nasional. Kali ini, Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, bersama puluhan pihak lainnya diamankan dalam operasi senyap yang berlangsung di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Jumat (13/3/2026).


Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa tim penyidik berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai dalam jumlah yang signifikan saat operasi berlangsung.


"Dalam kegiatan tangkap tangan ini, salah satu barang bukti yang diamankan adalah uang tunai," kata Budi kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (13/3/2026) .


BACA JUGA : 

PMMBN Jawa Barat Gelar Diskusi Panel dan Buka Bersama, Bahas Moderasi dan Bela Negara untuk Peradaban dan Kemanusiaan


Breaking News: Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Resmi Ditahan KPK, Rp100 Miliar Lebih Aset Disita


Polri Bersama Para Jurnalis Bagi 1.500 Paket Takjil untuk Ojek Online dan Masyarakat


Uang Tunai Ratusan Juta Rupiah Diamankan


Budi menjelaskan, uang yang disita oleh tim penyidik KPK saat OTT tersebut berbentuk mata uang rupiah. Berdasarkan perkembangan terbaru, KPK memastikan bahwa nilai uang yang diamankan mencapai ratusan juta rupiah .


"Untuk uang tunai yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini sejumlah ratusan juta rupiah," ujar Budi saat memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Sabtu (14/3/2026) .


Meski demikian, angka pasti dari barang bukti tersebut masih terus diverifikasi oleh penyidik karena penyelidikan masih berlangsung. Selain uang tunai, penyidik juga mengamankan sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik yang diduga terkait dengan perkara .


Total 27 Orang Diamankan, 13 Dibawa ke Jakarta


Dalam operasi yang menjadi OTT kesembilan KPK sepanjang tahun 2026 dan ketiga selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah ini, KPK mengamankan total 27 orang . Mereka terdiri dari pejabat pemerintah daerah, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta pihak swasta yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara yang sedang diselidiki .


Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 orang dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung Merah Putih KPK. Mereka tiba di Gedung KPK pada dini hari Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 02.35 WIB .


Selain Bupati Syamsul Auliya Rachman, pejabat penting yang turut diamankan adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono, bersama sejumlah pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap .


Diduga Terkait Suap Proyek Infrastruktur


KPK menduga penangkapan ini berkaitan dengan penerimaan uang oleh Bupati Cilacap yang terkait dengan sejumlah proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap.


"Diduga adanya penerimaan yang dilakukan oleh pihak Bupati berkaitan dengan proyek-proyek yang ada di Kabupaten Cilacap," jelas Budi Prasetyo .


Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan bahwa operasi ini diduga kuat terkait dengan praktik fee proyek infrastruktur di lingkungan Pemkab Cilacap. Dalam sejumlah perkara yang pernah ditangani KPK, penyerahan uang biasanya dilakukan menjelang proses penentuan proyek atau sebagai bagian dari kesepakatan untuk memenangkan tender tertentu .


Dua Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka


Dalam perkembangan terbaru, KPK telah menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Hal ini diungkapkan Budi Prasetyo usai tim penyidik melakukan ekspos perkara pada Sabtu siang (14/3/2026).


"Yang pasti dalam ekspos siang ini dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka," kata Budi, meski enggan membocorkan identitas pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka tersebut .


KPK memiliki waktu maksimal 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan tersebut . Dalam kurun waktu itu, penyidik akan mendalami peran masing-masing pihak serta menelusuri aliran dana yang diduga terkait praktik korupsi.


Proses Pemeriksaan dan Pengamanan


Sebelum dibawa ke Jakarta, Bupati Syamsul sempat diamankan di Mapolresta Banyumas untuk menjalani pemeriksaan awal oleh tim penyidik KPK. Tim penyidik meminjam tempat di Mapolresta Banyumas untuk memeriksa 27 orang yang diamankan .


Bupati Syamsul keluar dari gedung Sat Reskrim Polresta Banyumas pada pukul 21.12 WIB dengan mengenakan masker hijau, kemeja putih lengan panjang, dan celana panjang hitam. Ia memilih bungkam saat ditanya oleh awak media di lokasi .


Syamsul keluar bersama dengan sejumlah penyidik KPK menuju Stasiun Purwokerto. Selain Syamsul, tampak juga Sekda Cilacap Sadmoko Danardono beserta sejumlah kepala OPD yang mengenakan masker. Rombongan kemudian menaiki kereta api Purwojaya pada pukul 21.37 WIB menuju Jakarta .


Profil Singkat Bupati Syamsul Auliya Rachman


Syamsul Auliya Rachman menjabat sebagai Bupati Cilacap periode 2025-2030. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Cilacap periode 2017-2022 .


Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diserahkan pada 19 Januari 2026, pria berusia 40 tahun ini memiliki harta senilai Rp12.039.790.782 (Rp12 miliar). Kekayaannya terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp8,15 miliar, kendaraan bermotor, serta kas dan setara kas sebesar Rp1,2 miliar .


Komitmen KPK Berantas Korupsi


Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan operasi tangkap tangan yang menjaring Bupati Cilacap tersebut . KPK memastikan proses penyidikan akan dilakukan secara transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan kepala daerah aktif dan sejumlah pejabat daerah. KPK menegaskan akan terus melakukan penindakan terhadap praktik korupsi yang melibatkan penyelenggara negara, termasuk kepala daerah.


Perkembangan terbaru terkait jumlah uang sitaan maupun identitas tersangka akan diumumkan setelah proses pemeriksaan selesai dan penetapan status hukum resmi diumumkan. (Red)




















Swara Ekslusif adalah portal berita independen yang fokus pada penyajian seputar informasi, tips, isu-isu hukum, politik, Kesehatan, Pendidikan, pemerintahan dan lain-lain di Indonesia.












© 2026 Swara Ekslusif - All Rights Reserved.

Lebih baru Lebih lama