Rincian Final UMP, UMK, & Proyeksi UMSK 2026 di Seluruh Kabupaten/Kota Jawa Barat – Bekasi Sentuh Rp 6 Juta, Pangandaran Tertinggal

*Gambar ilustrasi penetapan UMP, UMK, dan UMSK Jawa Barat.


Bandung, Jawa Barat.

Swara Ekslusif

Berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 78 Tahun 2025 tentang Upah Minimum Provinsi dan Upah Minimum Kabupaten/Kota Tahun 2026, berikut adalah data final yang mengikat secara hukum dan akan berlaku efektif mulai 1 Januari 2026. Swara Eksklusif menyajikan analisis lengkap beserta proyeksi kritis Upah Minimum Sektoral (UMSK) untuk masing-masing wilayah.


---


DASAR PATOKAN: UMP JAWA BARAT 2026

*   Nilai : Rp 2.317.601

*   Kenaikan : 5.767% dari tahun 2025.

*   Status : Menjadi batas absolut terendah yang berlaku bagi kabupaten/kota yang tidak menetapkan UMK. Setiap UMK wajib lebih tinggi dari angka ini.


BACA JUGA :

Membedah Labirin Upah Minimum di Indonesia: Dari UMR hingga UMSK, Strategi Melindungi Pekerja atau Sumber Polemik?


Mantan Debt Collector Ungkap Cara Penting Hadapi Kejaran ‘Mata elang’



DATA FINAL UMK 27 KABUPATEN/KOTA DI JAWA BARAT 2026


Berikut tabel lengkap UMK 2026, diurutkan dari tertinggi hingga terendah:


| No. | Kabupaten/Kota | UMK 2026 | Selisih thd UMP | Keterangan Ekonomi Dominan |

| :-- | :--- | :--- | :--- | :--- |

| 1 | Kota Bekasi | Rp 5.999.443 | +Rp 3.681.842 | Industri Manufaktur Berat, Logistik, Jasa Korporat |

| 2 | Kab. Bekasi | Rp 5.938.885 | +Rp 3.621.284 | Kawasan Industri Nasional, Manufaktur |

| 3 | Kab. Karawang | Rp 5.886.853 | +Rp 3.569.252 | Industri Otomotif & Elektronik Global, Pertanian Modern |

| 4 | Kota Depok | Rp 5.522.662 | +Rp 3.205.061 | Jasa, Pendidikan, Perdagangan, Aglomerasi Jakarta |

| 5 | Kota Bogor | Rp 5.437.203 | +Rp 3.119.602 | Pemerintahan, Perdagangan, Jasa, Industri Pengolahan |

| 6 | Kab. Bogor | Rp 5.161.769 | +Rp 2.844.168 | Agroindustri, Pariwisata Puncak, Manufaktur |

| 7 | Kab. Purwakarta | Rp 5.052.856 | +Rp 2.735.255 | Industri Tekstil, Petrokimia, Pendukung Karawang |

| 8 | Kota Bandung | Rp 4.737.678 | +Rp 2.420.077 | Jasa (Pariwisata, Kreatif, TI, Pendidikan), Perdagangan |

| 9 | Kota Cimahi | Rp 4.090.568 | +Rp 1.772.967 | Industri Logam, Tekstil, Pendukung Bandung |

| 10| Kab. Bandung Barat| Rp 3.984.711 | +Rp 1.667.110 | Pariwisata (Lembang), Pertanian, Konstruksi |

| 11| Kab. Bandung | Rp 3.972.202 | +Rp 1.654.601 | Industri Farmasi, Tekstil, Pertanian, Pergudangan |

| 12| Kab. Sumedang | Rp 3.949.856 | +Rp 1.632.255 | Agroindustri (Tahu & Tahu), Pertanian, Jasa |

| 13| Kota Sukabumi | Rp 3.831.926 | +Rp 1.514.325 | Perdagangan, Jasa, Pendidikan, Industri Kecil |

| 14| Kab. Subang | Rp 3.737.482 | +Rp 1.419.881 | Perkebunan (Swasta Nasional), Industri Panas Bumi |

| 15| Kab. Cianjur | Rp 3.316.191 | +Rp 998.590 | Pertanian, Kerajinan, Pariwisata (Kebun Raya) |

| 16| Kab. Sukabumi | Rp 3.192.807 | +Rp 875.206 | Perkebunan (Teh, Karet), Pariwisata Pantai |

| 17| Kab. Indramayu | Rp 2.910.254 | +Rp 592.653 | Perikanan Tangkap/Tambak, Pertanian, Migas |

| 18| Kab. Cirebon | Rp 2.880.798 | +Rp 563.197 | Industri Rokok Kretek, Pelabuhan, Perdagangan |

| 19| Kota Cirebon | Rp 2.878.646 | +Rp 561.045 | Perdagangan, Jasa Pelabuhan, Pariwisata Heritage |

| 20| Kota Tasikmalaya | Rp 2.980.336 | +Rp 662.735 | Kerajinan (Tas, Silver), Perdagangan, Pendidikan |

| 21| Kab. Tasikmalaya | Rp 2.871.874 | +Rp 554.273 | Pertanian, Kerajinan Rajut, Industri Kecil |

| 22| Kab. Majalengka | Rp 2.595.368 | +Rp 277.767 | Pertanian, Industri Kecil Menengah (Konveksi) |

| 23| Kab. Garut | Rp 2.472.227 | +Rp 154.626 | Industri Tekstil Tradisional (Jeans), Pariwisata, Pertanian |

| 24| Kab. Kuningan | Rp 2.369.380 | +Rp 51.779 | Agraris, Pariwisata Religi (Gunung Ciremai) |

| 25| Kab. Ciamis | Rp 2.373.644 | +Rp 56.043 | Agraris, Home Industry (Gula Kelapa, Batik) |

| 26| Kota Banjar | Rp 2.361.241 | +Rp 43.640 | Perdagangan Regional, Jasa, Pertanian |

| 27| Kab. Pangandaran | Rp 2.351.250 | +Rp 33.649 | Pariwisata Pantai (Musiman), Perikanan |


CATATAN KRUSIAL: UMK adalah upah minimum terendah yang boleh dibayarkan untuk pekerja tingkat terbawah dengan masa kerja kurang dari 1 tahun di perusahaan tersebut. Perusahaan dengan kemampuan finansial lebih baik dan untuk pekerja dengan masa kerja/kompetensi lebih tinggi, sangat dianjurkan membayar di atas UMK.


BACA JUGA : 

Mengapa Pejabat Korup Masih Tersenyum? Tenang, Tanpa Malu, dan Tetap Eksis di Tengah Hilangnya Nurani


Darurat Dua Racun Sosial: Pemerasan Berkedok Wartawan & Hasutan Penuh Kebencian


PROYEKSI DAN MEKANISME UMSK 2026 PER KABUPATEN/KOTA


UMSK (Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota) adalah kewajiban hukum lebih tinggi yang ditetapkan Bupati/Wali Kota melalui Peraturan Daerah masing-masing, umumnya diumumkan menjelang akhir Desember 2025. Berikut proyeksi dan sektor kunci yang berpotensi memiliki UMSK di tiap wilayah:


1.  Kota & Kab. Bekasi, Karawang :

    *   Proyeksi UMSK : Rp 6,4 Juta - Rp 7,5 Juta.

    *   Sektor Kunci : Otomotif & komponen, Elektronika, Logistik & Gudang Berikat, Industri Kimia Dasar.

    *   Dasar : Kebutuhan tenaga kerja spesialis dan tekanan serikat pekerja multinasional yang kuat.


2.  Kota Depok, Bogor, Kota Bandung :

    *   Proyeksi UMSK : Rp 5,5 Juta - Rp 6,5 Juta.

    *   Sektor Kunci : Teknologi Informasi & Startup, Perbankan & Keuangan, Ritel Modern, Konstruksi Gedung Tinggi, Jasa Konsultan.

    *   Dasar : Persaingan merebut talenta digital dan profesional di kota metropolitan.


3.  Kab. Purwakarta, Kota Cimahi, Kab. Bandung :

    *   Proyeksi UMSK : Rp 4,5 Juta - Rp 5,8 Juta.

    *   Sektor Kunci : Industri Tekstil & Garmen Modern, Farmasi, Petrokimia, Industri Logam & Mesin.

    *   Dasar : Produktivitas sektor ekspor dan tingkat keterampilan teknis tertentu.


4.  Kab. Bandung Barat, Sukabumi, Subang, Sumedang :

    *   Proyeksi UMSK : Rp 4,0 Juta - Rp 4,8 Juta.

    *   Sektor Kunci : Agroindustri Terstruktur (Pengolahan Susu, Makanan), Perkebunan Besar, Konstruksi Infrastruktur, Pariwisata Hotel Bintang.

    *   Dasar : Skala ekonomi perusahaan dan tingkat formalisasi usaha.


5.  Kab. Cirebon, Indramayu, Kota Tasikmalaya :

    *   Proyeksi UMSK : Rp 3,2 Juta - Rp 4,0 Juta.

    *   Sektor Kunci : Industri Rokok Kretek Besar, Perikanan Tangkap/Tambak Skala Menengah, Kerajinan Ekspor (Tasikmalaya).

    *   Dasar : Sektor unggulan daerah dengan pasar ekspor/domestik mapan.


6.  Kab. Majalengka, Garut, Cianjur, Tasikmalaya :

    *   Proyeksi UMSK : Rp 2,8 Juta - Rp 3,5 Juta.

    *   Sektor Kunci : Konveksi & Garment Terorganisir, Pengolahan Hasil Pertanian Pabrikan, Perkebunan Teh/Karet.

    *   Dasar : Upaya menarik investasi dengan menawarkan stabilitas upah sektoral.


7.  Kab. Kuningan, Ciamis, Banjar, Pangandaran :

    *   Proyeksi UMSK : Sangat Terbatas. Jika ada, berkisar Rp 2,5 Juta - Rp 3,0 Juta.

    *   Sektor Potensial : Jasa Akomodasi Pariwisata (Hotel) Berizin, Perkebunan Negara.

    *   Analisis : Minimnya industri formal skala besar membuat penetapan UMSK kurang relevan. Tantangan utama adalah menaikkan UMK umum dan memformalkan sektor pariwisata.


---


IMPLIKASI DAN TINDAKAN YANG HARUS DIAMBIL


1.  Bagi Pekerja/Karyawan :

    *   Pastikan gaji pokok Anda minimal sesuai UMK wilayah tempat kerja.

    *   Jika bekerja di sektor tertentu (seperti manufaktur, keuangan, IT), tanyakan dan tuntut UMSK yang berlaku. Referensi ke Peraturan Bupati/Wali Kota setempat.

    *   Gabung dengan serikat pekerja untuk memperkuat posisi tawar.


2.  Bagi Pengusaha/Perusahaan :

    *   Segera sesuaikan struktur penggajian per 1 Januari 2026. Melanggar berarti pidana.

    *   Untuk perusahaan di sektor tertentu, pantau dan implementasikan UMSK yang ditetapkan pemda.

    *   Hitung ulang anggaran tenaga kerja dan produktivitas.


3.  Bagi Pemerintah Daerah (Kluster Bawah) :

    *   Diperlukan strategi khusus di luar formula upah, seperti insentif fiskal dan pembangunan infrastruktur untuk menarik investasi pencipta lapangan kerja berkualitas.

    *   Fokus pada peningkatan keterampilan (reskilling) tenaga kerja agar bisa bersaing di pasar regional.


Data UMK Jawa Barat 2026 adalah cermin nyata ketimpangan ekonomi struktural. UMSK hadir sebagai koreksi terbatas di sektor-sektor mapan. Ke depan, upaya kolektif tidak hanya pada penentuan angka, tetapi pada transformasi ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkeadilan.




DISCLAIMER : Nilai UMSK dalam artikel adalah proyeksi berdasarkan analisis sektoral, tren historis, dan Permenaker 21/2024. Nilai yang sah dan mengikat adalah yang tercantum dalam Peraturan Bupati/Wali Kota masing-masing daerah yang diumumkan resmi.

(I Darmawan)












Swara Ekslusif adalah portal berita independen yang fokus pada penyajian informasi, tips, isu-isu hukum, politik, dan pemerintahan di Indonesia.

Lebih baru Lebih lama